Asrun Lio: Daerah Zona Hijau dan Miliki Izin Gugus Tugas, Siswa Bisa Belajar Langsung di Sekolah

80
Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Prov. Sulawesi Tenggara, Asrun Lio

KENDARI – Dalam penerapan New Normal ditahun ajaran baru 2020/2021 siswa diperbolehkan belajar langsung di sekolah bagi daerah zona hijau dan memiliki izin dari gugus tugas Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dengan demikian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra melakukan verifikasi persiapan terhadap sekolah-sekolah yang melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) itu.

Tak hanya itu, Dinas di bawa kendali Asrun Lio itu melakukan pemantauan di sekolah-sekolah yang termasuk daerah Zona Hijau tersebut. Dengan hasil pemantauan tersebut Dikbud Sultra menyiapkan fasilitas-fasilitas yang mendukung proses pembelajaran dalam hal ini penerapan protokol kesehatan di area sekolah, misalnya penyediaan cuci tangan, masker, hand sanitizer dan lain sebagainya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra Asrun Lio mengatakan, bagi daerah zona hijau dan memiliki izin dari gugus tugas Sultra serta benar benar aman dari pandemi corona maka akan diizinkan untuk melakukan proses pembelajaran. Akan tetapi, jika orang tua siswa belum mengizinkan untuk masuk sekolah maka belum wajib untuk belajar secara langsung. “Alasan orang tua siswa dalam hal melarang anaknya untuk masuk sekolah itu berdasar, karena negara belum mencabut darurat covid-19,” jelasnya. Senin, (13/07/2020Kepala ).

Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Sulawesi Tenggara, Asrun Lio

Pertimbangan lain tambahnya, perjalanan siswa dari rumah ke sekolah dan dari sekolah ke rumah. Siswa menggunakan kendaraan pribadi atau umum, jika kendaraan umum maka itu rentan terpapar corona, kecuali daerah itu benar benar aman maka akan dimulai proses belajar mengajar. “Jangan sampai ada resiko resiko yang bisa berakibat fatal. Jangan sampai menggunakan kendaraan umum lalu bermain dengan siswa yang lainnya bisa terpapar dan pulang di rumahnya keluarganya ikut terpapar,” jelasnya belum lama ini.

“Tapi kalau semunya steril kendaraannnya, sekolahnya steril karena sering dilakukan penyemprotan disinfektan dan Dikbud Sultra menjamin bahwa virus corona di wilayah itu tidak ada, maka bisa melakukan proses belajar mengajar,” sambungnya.

Akan tetapi, kata Asrun Lio sebenarnya hampir semua sekolah sudah memiliki standar protokol covid-19, bahkan sebelum ujian nasional dihilangkan sekolah-sekolah sudah siap, namun akibat masih ada peningkatan yang terpapar covid, sehingga Gubernur Sultra, Ali Mazi melarang untuk melakukan proses belajar mengajar dengan tatap muka. “Dengan demikian anak-anak terap belajar dengan Online, Daring dan During,” ungkapnya.

Selain itu Asrun Lio menjelaskan, memasuki tahun ajaran baru setiap sekolah akan melakukan kegiatan-kegiatan pengenalan lingkungan sekolah kepada setiap siswa yang baru masuk. “Dalam pengenalan ini, setiap sekolah menggunakan sistim virtual yakni video. Dengan begitu maka siswa akan mengetahui lingkungan sekolahnya, kenal dengan gurunya,” ungkapnya.

Hal itu dilakukan, untuk menghindari penyebaran virus corona atau covid-19, karena peserta didik tidak berkumpul dalam satu tempat. “Kami selalu mengupayakan agar setiap siswa tidak terpapar musibah non alam ini,” tegasnya.

Ia menambahkan untuk bisa mengakses internet Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra para siswa telah disiapkan dana sebesar 16 miliar. Anggaran tersebut akan ditransferkan di rekening setiap sekolah, kemudian sekolah yang akan membagikannya kepada setiap siswa.

Untuk sekolah yang belum memiliki jaringan internet tetap mendapatkan bantuan, karena itu akan digunakan untuk transportasi siswa dalam proses belajar mengajar dengan During. Dalam hal ini siswa mengambil modul-modul yang telah disiapkan sekolah. (Adv)

Apa Komentar dan Pendapat Anda