Akun Facebooknya Dicatut untuk Provokasi Isu SARA, Seorang Jurnalis di Kendari Laporkan Akun Facebook Rahman Ashar di Mapolda Sultra

25

KENDARI – Seorang jurnalis di Kendari, pemilik akun facebook Jumaddin Arif, melaporkan akun facebook Rahman Ashar, di Mapolda Sulawesi Tenggara (Sultra), pada jumat 24 juli 2020.

Dalam laporannya, Rahman Ashar, mengunggah screenshot postingan facebook atas nama Jumaddin Arif, diduga hasil editan yang bermuatan SARA.

Hal ini sudah beberapa kali dilakukan oleh pemilik akun Facebook Rahman Ashar, setelah sebelumnya memperdaya seorang TNI, juga dengan isu SARA

“Saya kaget, pada Kamis malam, 23 Juli 2020, sekitar pukul 22.19 Wita, saya dikirimkan screenshot postingan Rahman Ashar oleh nomor baru yang saya tidak kenal,” terang Jumaddin Arif.

Dalam screenshot yang dikirimkan itu, Rahman Ashar mengunggah foto Jumaddin Arif bersama keluarganya dengan caption provokatif menyinggung SARA. Pada screenshot caption yang dibagikan di beranda facebook Rahman Ashar, juga menyertakan nomor whatsapp Jumaddin Arif.

Gambar beserta caption yang diunggah Rahman Ashar tersebut dibagikan kembali oleh Rahman Ashar sendiri di beberapa grup Facebook.

Hal itu mengundang reaksi para netizen. Bahkan menurut Jumaddin, banyak nomor-nomor baru yang mengirim pesan WhatsApp dengan nada-nada kurang berkenaan.

Mantan redaktur salah satu surat kabar harian di Kendari ini, mengaku tidak pernah menuliskan status berisi isu SARA seperti yang disebar oleh Rahman Ashar.

Menurut Jumaddin, akun miliknya tidak sedang dibajak karena sampai saat ini akun Facebooknya masih aman-aman saja.

Jumaddin menduga, gambar yang diunggah dan disebar oleh Rahman Ashar merupakan hasil editan.

“Kita berharap, Polda Sultra dapat mengungkap kasus ini karena telah meresahkan dan mencemarkan nama baik banyak orang. Sebab, ternyata sudah banyak yang jadi korban atas ulah akun Facebook Rahman Ashar,” kata Jumaddin.

Jumaddin meminta Polda Sultra untuk lebih serius dalam mengungkap kasus pelanggaran ITE ini karena dikhawatirkan dapat memicu hal-hal yang tidak diinginkan di tengah masyarakat.

“Apalagi ini mengangkat isu SARA. Saya kira hal-hal seperti ini tidak boleh dianggap sepele. Jujur saja, dengan adanya kasus ini, saya bersama keluarga merasa tidak nyaman, dan merasa tidak aman.”

“Keluarga saya banyak menanyakan perihal ini. Saya merasa bersyukur, karena baik dari pihak atau dari suku yang disudutkan maupun dari keluarga saya sendiri terlebih dahulu meminta klarifikasi dari saya. Yang kita khawatirkan jangan sampai ada orang-orang tertentu yang merasa tersinggung, tanpa klarifikasi, dan langsung melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Ini yang rawan,” kata Jumaddin.

Olehnya itu, sekali lagi, Jumaddin meminta Polda Sultra mengungkap masalah ini agar tidak meresahkan dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan serta tidak ada lagi korban berikutnya.

“Saya juga meminta maaf kepada saudara-saudaraku dari suku Tolaki yang merasa tersinggung dengan adanya postingan Rahman Ashar tersebut. Postingan itu bukan tulisan saya, dan saya yakin itu hanya provokasi,” tutupnya.

Tim Redaksi

Apa Komentar dan Pendapat Anda