Gara-gara Warisan, Pemuda di Kolaka Aniaya Saudara Tirinya Hingga Tangan Terputus

2905
Rahmatia (40), warga desa Ambolemo Kecamatan Samaturu, kabupaten Kolaka, bersimbah darah usai di aniaya saudara tirinya.

Rahmatia (40), warga desa Ambolemo Kecamatan Samaturu, kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara (Sultra), ditemukan bersimbah darah oleh pengendara dan warga sekitar di jalan poros kolaka – wolo, kelurahan Induha kecamatan Latambaga, pada kamis siang tanggal 14 mei 2020.

Korban menderita puluhan luka sabetan senjata tajam, hingga tangan kirinya terputus. Rupanya, korban baru saja dianiaya oleh tiga orang pelaku, yang tak lain saudara tirinya sendiri.

Peristiwa ini, dipicu persoalan sengketa tanah antara korban dengan pelaku yang merupakan warisan dari orang mereka.
Kejadian ini bermula saat korban Rahmatia perjalanan pulang menuju rumahnya, setelah membeli bahan bangunan di kota Kolaka.

Namun setibanya di jalan poros kolaka Wolo, ketiga tersangka berinisial H, F dan N, langsung menghadang korban.
Tanpa pikir panjang, tersangka H langsung menebas korban dengan cara membabi buta. Selain menderita puluhan luka sabetan di sekujur tubuhnya, tangan kiri korban terputus sehingga harus diamputasi.

“Beruntung warga sekitar dan pengendara yang melintas, segera membawa korban rahmatia ke rumah sakit benyamin guluh kolaka untuk mendapat penanganan medis”, kata Yunita, salah satu warga setempat.

Tiga pelaku pembacoka diringkus Satuan Reskrim Polres Kolaka

Aparat kepolisian resor Kolaka yang menerima informasi tersebut, langsung ke lokasi kejadia dan mengejar pelaku. Tak butuh waktu lama, petugas pun berhasil menangkap ketiga tersangka hanya dalam waktu empat jam kemudian di rumahnya tanpa ada perlawanan. Dari tangan tersangka polisi menyita barang bukti, berupa sebila parang beserta pakaian yang digunakan tersangka.

Menurut kapolres kolaka, AKBP Saiful mustofa mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kronologis kejadian. Insiden ini dilatar belakangi kekesalan tersangka terhadap korban, karena sengketa tanah warisan antara mereka tak kunjung selesai.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga tersangka kini mendekam di sel tahanan polres kolaka dan dijerat pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Penulis : Asdar Lantoro

Apa Komentar dan Pendapat Anda