Hadirnya PT VDNI di Morosi Pacu Pertumbuhan Ekonomi

55

KONAWE – Perputaran ekonomi di Desa Morosi, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe kini semakin meningkat, dimana salah satu indikatornya adalah menjamurnya lapak-lapak pedagang. Hal tersebut terjadi karena efek dari keberadaan PT Virtu Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) yang merubah drastis kondisi ekonomi wilayah tersebut hingga 360 derajat.

Beroperasi sejak tahun 2016 silam, PT VDNI telah memberikan angin segar untuk masyarakat Sekitar Kecamatan Morosi, pasalnya pertama kali beroprasi telah memberikan dampak besar untuk masyarakat sekitar. Disusul lagi dengan beroperasinya PT OSS yang juga memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi baik di Kecamatan Morosi, Kabupaten hingga kepada Provinsi Sulawesi Tenggara.

Terlihat sangat jelas saat berkunjung di wilayah dua perusahaan tersebut, lapak para pedagang berjajar rapi di sekitarnya tak hanya menawarkan sebuah produk atau barang lapak-lapak dengan menawarkan jasa juga turut meramaikan jajanan masyarakat setempat. Bahkan bila ditanya satu persatu bukan pedagang yang mempunyai lapak diwilayah dua perusahaan itu, bukan hanya terdiri dari warga sekitar tetapi juga warga dari luas Kabupaten Konawe bahkan dari luar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra)

Seperti salah satu pedagang yang berada di wilayah PT OSS, Rustam yang berasal dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan yang telah berjualan di wilayah PT OSS sekitar 20 bulan. Dirinya mengaku sangat dagangan sembako yang dijajakan perbulannya mencapai Rp 10 jutaan.

“Allhamdulillah selama berjualan di wilayah PT OSS pembeli sangat ramai, karena hilir mudik para pekerja sangat lah ramai,” katanya.

Rustam pun mengaku sangat merasakan dampak positif keberadaan PT OSS karena sangat membantu perekonomian keluarganya. Dan dirinya pun mengaku dipanggil oleh rekannya warga Lokal Desa Morosi untuk berjualan di wilayah tersebut, karena aktivitas perusahaan PT OSS.

” Teman saya warga lokal disini sudah sangat sukses hanya berjualan seperti saya, dan ketika mendapatkan tawaran untuk menjual disini saya langsung mau. Dan Alhamdulillah tidak sia-sia,” katanya.

Sama seperti Idris penjual Nasi Kuning yang hanya bermodalkan lapak payung dan meja, dalam sebulan omzet Rp 5 Jutaan masuk ke dalam kantongnya. Dimana dirinya hanya berjualan dari jam 9:00 Pagi hingga jam 20:00 Malam.

” Saya baru beberapa bulan menjual disini alhamdulillah penghasilan saya sangat lumayan, dan pelanggan saya hanya para pekerja PT OSS,” katanya.

Tim Redaksi

Apa Komentar dan Pendapat Anda