Imigrasi Kendari Selenggarakan Program Eazy Paspor

68
Kepala Imigrasi Hajar Aswad Saat Memberikan Keterangan. (Foto : Adam)

KENDARI – Untuk mempermudah layanan masyarakat dalam pengurusan paspor, Imigrasi Kelas I Kendari selenggarakan program Eazy Paspor.

Kepala Imigrasi Kelas I Kendari Hajar Aswad menjelaskan, dalam program Eazy Paspor ini pihaknya akan turun lapangan untuk menemui langsung masyarakat yang bikin membuat paspor. “Kami akan jemput bola, dan program ini dapat mempermudah masyarakat dalam mengurus paspor,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya. Jumat, (10/07).

Salah satu kemudahannya lanjutnya, masyarakat tidak lagi datang berulang kali di Imigrasi untuk pengurusan paspor, karena Imigrasi sendiri yang menemui langsung masyatakat. “Selama ini masyarakat bikin paspor datang di Imigrasi, kemudian bayar langsung di bank setelah itu datang kembali ambil paspor, namun dengan adanya program ini maka mengurus paspor lebih mudah,” paparnya.

Namun, masih kata Hajar Aswad, tentunya ada kriteria tertentu dalam pelayanan Eazy Paspor ini. Salah satunya, program Eazy Paspor ini hanya melayani permohonan paspor baru dan pergantian atau perpanjangan paspor. “Adapun paspor dalam kondisi rusak atau hilang itu tetap dilayani di Kantor Imigrasi dan tidak termasuk dalam program Eazy Paspor,” paparnya.

Selain itu, ia menjelaskan kedepannya setelah Program Eazy Paspor berakhir maka akan dilaksanakan Program Paspor Simpatik. “Pelaksanaan program ini akan di fasilitasi di hari libur, dalam hal ini, Sabtu, dan Minggu,” ungkapnya.

“Dan itu akan diselenggarakan sebulan dua kali, seperti di Mall, sehingga memfasilitasi masyarakat yang susah dalam hari kerjanya untuk mengurus paspor,” sambungnya.

Kepala seksi lalulintas ke Imigrasian Kendari Indra persyaratan dalam pengurusan paspor sama dengan sebelumnya. Yakni, Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Akta kelahiran, Akta perkawinan atau buku nikah, ijazah, dan Paspor lama, jika ingin perpanjang paspor.

Namun tambhanya, untuk teknisnya pihaknya akan pihaknya juga akan turun langsung di lapangan. “Kami akan datang di TNI-Polri, di Kantor-kantor, Komunitas, Kantor BUMN, BUMD, Kompleks perumahan dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Pelayanan ini maksimal perhari 50 orang. Hal itu dilakukan karena untuk menghindari kerumununan orang. Kemudian pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan Gugus Tugas Sultra terkait mencegah penyebaran Virus Corona atau Covid-19. “Semoga program ini dapat berjalan dengan baik,” harapnya.

Laporan Adam

Apa Komentar dan Pendapat Anda