Kesaksian Mantan Direktur Pertama,  Amran Yunus Donatur Tunggal Berdirinya PT TMS

43

KENDARI – Sidang lanjutan dugaan pemalsuan dokumen PT Tonia Mitra Sejahtera (TMS) yang menyeret terdakwa Amran Yunus, kembali disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Kendari dengan agenda mendengarkan kesaksian saksi dari para terdakwa, Selasa (30/3/2021).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, mengahadirkan salah satu saksi yakni Hamrin selaku saksi pihak terdakwa Amran Yunus.

Laporan : Win

Hamrin diketahui merupakan salah seorang yang mengurus dokumen PT TMS di awal berdirinya pada tahun 2003. Dia juga pula menjabat sebagai direktur PT. TMS.

Dihadapan majelis hakim PN Kendari, Hamrin menyebutkan bahwa dalam pengurusan segala biaya yang dibutuhkan oleh Hamrin ditanggung oleh Amran Yunus.

“Semua biaya dari Pak Amran Yunus yang mulia, “ucap Hamrin

Selain itu, Hamrin menjelaskan dalam komposisi struktur pemegang saham, ada tiga nama yakni Amran Yunus (40 persen), Muhammad Lutfi (30 persen) dan Ali Said (30 persen).

Akan tetapi kata Hamrin, fakta di dalam pengurusan semua biaya dari Amran Yunus.

“Jadi begini yang mulia, saya tidak pernah bertemu dengan Muhammad Lutfi dan Ali Said, apalagi mendapatkan dana untuk mengurus ini (PT TMS, red), “ungkapnya

Hamrin juga menuturkan bahwa masuknya nama Muhammad Lutfi dan Ali Said dilatarbelakangi hubungan pertemanan diantara mereka.

“Jujur saja yang mulia, mereka (Muh Lutfi, Ali Said) ada di dalam akte karena saat itu Amran Yunus Ketua HIPMI Sultra,  Muhammad Lutfi Ketua HIPMI Pusat, dan Ali Said Waketum kalau tidak salah, karena pertemanan-pertemanan ini namanya ada, “benernya

Lebih lanjut, Hamrin menambahkan usai berdiri PT TMS di tahun 2003 hingga 2017, PT TMS tidak melakukan aktivitas apapun.

“2003 hanya akte dan NPWP, 2013  pengurusan IUP dan biayanya dari Pak Amran Yunus. Selanjutnya vakum tidak ada aktivitas mau perdagangan atau kontraktor umum tidak ada aktifitas, “bebernya

Laporan : Jumdin

Apa Komentar dan Pendapat Anda