Honorer Minta Kejelasan Nasib di BKD Sultra

74
Kantor Badan Kepegawaian Daerah Sulawesi Tenggara

Kendari – Puluhan Tenaga honorer Kategori dua (K2) yang berasal dari Forum Honorer K2 Indonesia (FHKI) Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra), mendatangi kantor Bandan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi, Kamis (23/1/2020).

Para honorer meminta kejelasan nasib pasca Rapat Gelar Pendapat (RDP) Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), membahas penghapusan tenaga honorer K2,di Jakarta,Selasa (21/1/2020) lalu.

Koordinator FHKI Sultra, Madeyang menjelaskan, tujuan penghapusan ”tenaga honorer”,ialah juga untuk memastikan tidak ada lagi pegawai dengan status selain PNS/ASN dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), olehnya itu FHKI menuntut kejelasan status mereka yang telah mendaftarkan diri sebagai P3K.

”sampai sekarang belum ada kejelasan, baik yang sudah tes pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) dan sudah di nyatakan lulus maupun yang belum. Di sinikan landasan hukum untuk honorer K2 belum ada, ungkapnya”, ungkapnya

Kepala BKD Sultra, La Ode Mustari mengaku, menampung aspirasi tenaga honorer, agar pemerintah daerah agar tidak menghapus honorer K2 sebelum ada surat pemberitahuan dari pemerintah pusat pasca RDP dilakukan

“permberhentian itu belum pasti karena belum ada pemberitahuan resmi dari pusat, inikan baru tersebar di media sosial. Nanti sudah resmi baru kita bisa bicara,” terangnya”

Mustari juga mengatakan Bahkan pengangkatan P3K hingga kini juga belum mendapat kepastian, padahal pihaknya telah menganggarkan Rp2 miliar lebih di tahun 2019 lalu.

BKN sendiri mencatat ada sekitar 300 ribuan tenaga honorer yang bekerja di instansi pemerintah pusat maupun daerah, seluruhnya ini tercatat sebagai honorer K2.

Keputusan itu juga sudah diamanatkan dalam UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 Pasal 8 mengenai larangan rekrutmen tenaga honorer.


Penulis : Anca

Apa Komentar dan Pendapat Anda