Utamakan Kesehatan dan Keselamatan Siswa, Dikbud Sultra: Lebih Baik Belajar di Rumah

51
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Sulawesi Tenggara, Asrun Lio

RaKENDARI – Memasuki tahun ajaran baru 2020/2021 ditengah pandemi corona atau covid-19 siswa tetap belajar di rumah melalui daring dan luring.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrun Lio menegaskan, untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan siswa, maka tahun ajaran baru ini siswa tetap belajar di rumah.

Pembelajaran dari rumah tambahnya fokusnya pada penguasaan content pelajaran, dan pendalamannya atau prakteknya nanti pada saat tatap muka dengan guru di kelas. “Model pembelajaran seperti ini disebut Flipped Classroom atau Flipped Learning,” jelasnya melalui pesan WhatsAppnya. Kamis, (16/07).

Pembelajaran yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya sebelum pandemi covid-19 maka dipastikan akan menghasilkan hasil yang berbeda. “Saat ini siswa belajar di rumah melalui daring dan luring atau modul-modul yang telah disiapkan oleh sekolah,” paparnya.

Dikbud sendiri lanjut Dosen Bahasa Inggris UHO itu telah menyiapkan laman rumah belajar yang bisa diakses oleh setiap siswa. Kemudian, sekolah membuat inovasi belajar virtual dan untuk belajar luring siswa bisa belajar melalui TVRI pada siaran khusus atau modul yang telah disiapkan sekolah.

Sebelumnya, Asrun Lio menjelaskan, memasuki tahun ajaran baru setiap sekolah akan melakukan kegiatan-kegiatan pengenalan lingkungan sekolah kepada setiap siswa yang baru masuk. “Dalam pengenalan ini, setiap sekolah menggunakan sistim virtual yakni video. Dengan begitu maka siswa akan mengetahui lingkungan sekolahnya, kenal dengan gurunya,” ungkapnya.

Hal itu dilakukan, untuk menghindari penyebaran virus corona atau covid-19, karena peserta didik tidak berkumpul dalam satu tempat. “Kami selalu mengupayakan agar setiap siswa tidak terpapar musibah non alam ini,” tegasnya.

Ia menambahkan untuk bisa mengakses internet Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra para siswa telah disiapkan dana sebesar 16 miliar. Anggaran tersebut akan ditransferkan di rekening setiap sekolah, kemudian sekolah yang akan membagikannya kepada setiap siswa.

Untuk sekolah yang belum memiliki jaringan internet tetap mendapatkan bantuan, karena itu akan digunakan untuk transportasi siswa dalam proses belajar mengajar dengan During. Dalam hal ini siswa mengambil modul-modul yang telah disiapkan sekolah.

Laporan Adam

Apa Komentar dan Pendapat Anda